Apakah dibutuhkan Staf Khusus Presiden bidang Lingkungan?

Benarkah sampah 32% secara nasional belum terkelola? Gebrakan apa yang dilakukan KLHK kedepan? apakah ujicoba tas kresek berbayar sukses?…

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini dipimpin kembali oleh Dr. Siti Nurbaya bakar, M. Sc. Sekarang merupakan periode kedua beliau.  Perlu diketahui Siti Nurbaya Bakar menjadi kader partai Nasdem sejak 2013. Sekertaris jendral KLHK Bambang Hendropoyono pernah menyatakan bahwa, garis besar arah kebijakan 2020-2024 yaitu, mengurangi beban lingkungan dan aktualisasi potensi sumber daya hutan untuk mendukung sektor kehutanan dalam pembentukan produk domestik bruto.

Staf Khusus Presiden

Permasalahan lingkungan ini sejajar pentingnya dengan pendidikan dan ekonomi. Akan tetapi secara nyata kita rasakan bahwa permasalahan lingkungan di Indonesia seakan nomor 2. Perubahan dan peningkatan kualitas dilakukan di bidang pendidikan dan ekonomi, sedangkan sektor lingkungan, ya tetap diperhatiakan, tetapi seakan kurang greget.

    Presiden telah memilih staf khusus yang menyedot perhatian, yaitu dari kalangan milenial. Mereka-mereka ini mempunyai profil yang luar biasa. Andi Taufan Garuda (CEO Amartha), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Adamas Belva Syah Devara (pendiri Ruang Guru), Putri Indahsari Tanjung (CEO Creativepreneur), Angkie Yudistia (pendiri Thisable Entreprise), Aminuddin Ma'ruf (Timses TKN Jokowi), Billy Gracia Yosapat Mambrasar (pendiri Kitong Bisa Papua). Tenaga dan kerativitas anak muda pilihan ini seyogyanya diarahkan untuk membuat perubahan dalam skala bangsa. Sehingga di sini pentingnya Presiden Jokowi membedakan tugas para staf milenial dengan staf senior (baca staf politisi). Tidak sekedar jadi pelegkap atau melepas anggapan pembagian jabatan hanya untuk yang berjasa mengusung presiden Jokowi terpilih kembali.

ilustrasi: tim kerja

Milenial Berkarya

    Milenial merupakan generasi yang paham teknologi. Sangat memungkinkan untuk membuatkan gerakan perubahan menerus, terukur di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial dan bidang lainnya. Contoh Gojek, ini produk milenial telah melakukaan nyata melakukan serapan tenaga kerja di berbagai daerah. Sekarang, Nadiem Makarim (mantan CEO Gojek) ini menempati pos pendidikan. Para milenial ini tentunya mampu membantu presiden membuat perubahan yang besar di Indonesia dengan catatan dihormati kreativitasnya dan kekakuan birokrasi tidak menghalangi perubahan positif yang mereka usahakan nanti.

Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnasari 32% sampah kita belum terkelola. Benarkah hanya sisa 32% secara nasional belum terkelola? Gebrakan apa yang dilakukan KLHK selanjutnya? Uji coba tas kresek berbayar memang sudah berjalan di beberapa swalayan, tetapi terasa sangat lambat dibandingkan kecepatan buangan sampah platik yang terjadi. Keseriusan pemerintah selain dengan intruksi semestinya dengan regulasi. Misal, kampus, dilarang dengan sungguh-sungguh di kegiatannya menggunakan botol atau gelas plastik sekali pakai. Bukan sekedar himbauan saja. Gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai terus berlangsung, maka perusahaan secara lambat tapi pasti akan mengganti produknya. Jika masih terlihat pasar meningkat permintaan terhadap plastik sekali pakai, maka Indonesia benar-benar akan menjadi negara yang banyak sampah plastik.

Tiap jenis plastik mempunyai kode-kode tertentu. Kode tersebut berupa logo bergambar tiga buah panah melengkung, di tengahnya terdapat nomor sesuai dengan jenis plastik. Kode untuk plastik yang bisa digunakan secara berulang untuk makanan dan minuman adalah 5. kode tersebut juga menginformasikan bahan mana apa dan bagaimana cara mendaur ulang.

Bahan dasar plastik botol adalah PET, Polyethylene Terephthalate. Terdapat dua tipe PET yang mendominasi pasar global, PET kualitas fiber dan PET kualitas botol. Aplikasi PET ini bermacam-macam. Standar kualitas berpatok pada berat molekular dan viskositas intrinsik (al-Sabagh, et. al., 2015). Nama dagang PET banyak sekali, tergantung perusahannya. Mylar-E. I. DuPont de Nemours & Co., Inc., Diole-Enka Glazstoff, Arnite-DSM Engineering Plastik, Eastapac-Eastman Chemical company, Hostadur-Fabwerke Hoechtst, Rynite-duPont de Nemours & Co., Inc., (Awaja, F. and pavel, D., 2005).

PET ini di tanah akan terus ada hingga 125 tahun untuk bisa terdegradasi, PET yang sudah didaurulang menurun menjadi 86 tahun, PET yang diblend (campuran) 76 tahun, daurulang PET di blend dengan chitosan perbandingan 95/5 prediksi degradasi 45 tahun (Torres-Huerta, A. M., 2014). Bagaimana nasib tanah kita jika penuh dengan plastik.

Semakin banyak gerakan sadar sampah, bahkan sengaja diarahkan menjadi bisnis, seperti waste4change Sehingga imbal baliknya tidak hanya pada lingkungan tetapi pada sektor ekonomi. Hingga nanti menjayakan Indonesia di bidang ekonomi, pendidikan dan lingkungan sebagai tugas bersama.

Uangkan sampah kita

Sampah. Kita terbiasa mendengar istilah sampah. Dalam penggunaan sehari hari kata sampah terdapat dalam banyak sektor. Ada istilah sampah untuk menggambarkan barang (sesuatu yang tidak bernilai tinggi alias bernilai rendah). Atau bahasa kiasan, sampah masyarakat. Bahkan, di era sekarang ada istilah informasi sampah (informasi yang bernilai rendah). 

Sampah dalam arti sebenarnya, dari sesuatu yang bernilai rendah, meskipun faktanya dapat dimanfaatkan kembali. Recycle, reuse, merupakan beberapa cara pengelolaan dari sampah. Bank sampah adalah gerakan yang tidak asing lagi. Gerakan yang sudah dimulai beberapa tahun silam. Dan umum diketahui sampah adalah satu dari sumber masalah kesehatan. Keterkaitan masalah sampah dengan banjir misalnya, seakan tak terpisahkan, meskipun sampah sebenarnya bukan faktor satu-satunya penyebab banjir. Gerakan bank sampah memerlukan proses yang terus-menerus.

foto: sampah kaleng minuman ringan

Menyemarakkan bank sampah dapat dilakukan dengan memperhatikan tipikal masyarakat. Semisal sedekah sampah. Masyarakat yang tidak berniat menjual sampah, maka bisa diberikan kepada pemulung, tentunya dari rumah sudah dipilih jenis sampah-sampahnya. Cara ini sebenarnya sudah umum di masyarakat kita, tetapi masih tidak terstruktur dan massal. Jika sedekah rombongan atau semacamnya berhasil menjadi gerakan yang eksis hingga sekarang, maka sedekah sampah sebagai hal urgent untuk dilakukan. Mengingat penggunaan bahan bahan plastik meningkat tajam setiap tahun.

Staf Khusus bidang Lingkungan

Budaya bernegara atau bermasyarakat Indonesia sangat kental dipengaruhi oleh regulasi sehingga peran pemerintah pada penanggulangan sampah menjadi sangat dominan dan dibutuhkan. Artinya sampah yang tidak tertangani sebagai gambaran dari ketidakpedulian pemerintah mengatasi hal ini. Masyarakat kita bertipe manut wae (ikut saja) apa kata pemerintah. Berapa tahun lagi Indonesia bebas sampah?

Akhirnya kita boleh menyimpulkan sepertinya staf khusus presiden bidang persampahan penting ini ya kawan-kawan milenial, karena pekerjaan mengurusi sampah ini banyak tantangan.istilah bidang persampahan ini dimaksudkan secara khusus bidang yang ditangani. mengingat Indonesia darurat sampah semakin meningkat dan tidak terkondisikan pengendaliannya.

Penulis: Luqi Khoiriyah