Kembali ke Metode Pembuangan Sampah Tradisional Pawuhan, Mungkinkah?

Masyarakat pedesaan biasanya memiliki tempat pembuangan sampah sendiri atau orang Jawa menyebutnya pawuhan atau tempat penimbunan sampah.…

    Dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah luput dari sampah. Mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah pabrik, tambang dan semacamnya. Sampai saat ini sampah masih menjadi permasalahan di masyarakat. Tapi membuang sampah tidak sekedar hanya tinggal membuangnya begitu saja, tentu saja ada tata caranya agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Permasalahan sampah di setiap daerah ditangani secara berbeda-beda oleh pemerintah setempat. Beberapa daerah ada yang sudah berhasil menangani sampah dengan baik, ada juga yang masih berusaha memperbaiki sistem pengelolaannya.

Adipura dan Sampah

    Kabupaten Sragen pernah mendapatkan penghargaan Adipura pada tahun 2017. Meskipun begitu permasalahan sampah masih belum selesai. Di wilayah kecamatan Sragen Kota, sampah telah dikelola dengan baik. Dengan adanya truk-truk sampah, warga cukup membuangnya di tempat sampah yang sudah disediakan dan petugas akan mengambilnya. Namun pengelolaan sampah di kecamatan-kecamatan lain mungkin belum sebaik di kecamatan kota.

    Beberapa desa ada yang berhasil mengelola sampahnya sendiri dengan bijak, misalnya dengan memilah sampah. Kerjasama dan gotong royong warga desa yang baik mampu memberikan manfaat untuk kehidupan mereka bersama. Tapi tidak semua desa-desa bisa melakukan tindakan tersebut.

Pawuhan

    Masyarakat pedesaan biasanya memiliki tempat pembuangan sampah sendiri atau orang Jawa menyebutnya pawuhan atau tempat penimbunan sampah. Biasanya di desa-desa warga masih memiliki lahan yang cukup luas sehingga mereka masih bisa membuat pawuhan sendiri.

Ada pawuhan yang dibuat dari buis beton, bekas kolam tak terpakai, atau hanya sekedar menyediakan tempat untuk membuang sampah. Sayangnya, pawuhan ini hanya sebagai tempat pembuangan segala jenis sampah menjadi satu tanpa dipilah. Meskipun ada juga masyarakat yang mungkin membuat pawuhan mereka lebih sehat.

Kelebihan dan Kekurangan Pawuhan

Pawuhan yang dulunya bekas kolam ikan misalnya, di musim hujan seperti sekarang ini bisa tergenangi oleh air hujan yang tertampung. Dampaknya serangga-serangga seperti nyamuk bisa berkembangbiak dengan leluasa. Tidak hanya itu, terkadang sampah-sampah yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap. Tentu hal ini merugikan.

Pengelolaan sampah di desa-desa yang dilakukan secara individu biasanya mereka membakar sampah-sampah mereka sendiri. Orang-orang desa masih banyak yang melakukan pembakaran sampah jenis apapun jika dirasa sampah sudah cukup banyak atau perlu dibakar. Tapi membakar sampah dapat menyebabkan polusi udara, karena kandungan dalam sampah yang terbakar bisa membahayakan bagi lingkungan dan manusia.

Tak semua orang peduli dengan kehadiran sampah. Banyak juga yang masih membuang sampah sembarang tempat. Misalnya di sungai. Meskipun sudah banyak peraturan yang tidak memperbolehkan warga untuk membuang sampah di sungai, tak membuat mereka gentar dengan membuang sampah ke sungai secara diam-diam atau saat tidak ada orang yang melihat.

foto: Sampah di saluran air

    Banyak orang yang berpikir membuang sampah di sungai nanti juga akan hanyut sendiri, padahal sampah itu nanti akan menumpuk di suatu tempat, dan dampaknya bisa menyebabkan banjir. Bukan hanya itu, bermacam jenis sampah yang dibuang di sungai pasti mengandung zat-zat yang berbeda. Bisa saja sampah itu tidak baik untuk kehidupan biota di sungai dan bisa membahayakan manusia juga. Padahal masih banyak juga orang yang mencari ikan di sungai.

Sampah dari limbah rumah tangga pun banyak yang langsung dialirkan ke sungai-sungai. Rata-rata masyarakat yang rumahnya dekat dengan sungai membuat saluran air pembuangan langsung ke sungai tersebut. 

Air kotor Merusak Pertanian

    Sebagai salah satu lumbung padi di wilayah eks karesidenan Surakarta, kabupaten Sragen mempunyai persawahaan yang cukup luas. Rata-rata masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Mereka memerlukan air untuk mengairi sawah, dan biasanya mereka memanfaatkan sungai. Bagaimana jika sungai yang airnya digunakan untuk mengairi sawah mereka berasal dari air sungai yang tercemar. Mereka tidak tahu apakah air itu berbahaya atau tidak. Mungkin saja air itu bisa mempengaruhi tanaman yang mereka tanam.

    Permasalahan sampah meskipun kecil tapi dampaknya besar bagi lingkungan. Banyak sampah atau limbah yang mengancam lingkungan dan berbahaya bagi tubuh manusia. Meskipun dampaknya tidak cepat terlihat, lama-kelamaan kita akan melihat kerusakaan lingkungan di masa mendatang. Masyarakat desa sekarang pun sudah tidak begitu awam dengan perkembangan zaman. Mereka juga sudah banyak yang paham dan mengerti apa yang harus dilakukan. Tapi terkadang rasa tak peduli dan egois mengurungkan niat yang sudah tertanam. Manusia baru akan sadar jika kerusakan yang mereka buat sudah mereka rasakan sendiri.

Penulis: Nurdina Lesya Yuniasti