Masker dan Bantuan atas nama Covid-19

Penggunaan masker menjadi penting sebagai upaya untuk menghentikan persebaran virus, tetapi tidak semua masyarakat memakai masker ketika …

Masker menjadi hal penting sejak covid-19 diumumkan oleh WHO sebagai pandemi. Penggunaan masker menjadi penting sebagai upaya untuk menghentikan persebaran virus, tetapi tidak semua masyarakat memakai masker ketika mereka berinteraksi. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya masker menjadi tugas bersama yaitu pemerintah dan masyarakat. Peran pemerintah akan pencipta regulasi, himbauan, penyuluhan, penginformasian diharapkan akan merubah kebiasaan masyarakat. Selama  pemerintah tegas dan tangkas pada penanganan Covid-19 maka dengan sendirinya masyarakat akan percaya dan menuruti peraturan yang berlaku. Kemudian masyarakat dengan sendirinya akan memposisikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam melaksanakan aturan.

Pasar Tradisional menghadapi Covid-19

Pandemi Covid-19 memberi dampak pada semua orang dan semua sektor usaha, tetapi semua berusaha bertahan dengan harapan masa normal segera datang. Toko, mall, pabrik, perusahaan, kantor dan berbagai institusi beusaha menjalankan aktivitas meski masih dalam kekawatiran akan persebaran virus. Tak terkecuali sektor usaha yang terjadi di pasar tradisional. Contohnya pasar Tanjung Jember, Jawa Timur. sebagai pasar terbesar di kota Jember transaksi perdagangan mulai sayur, daging, bumbu dan ritel tetap berlangsung meski kecepatan transaksi dan laba perolehan merunun selama pandemi. Pasar Tanjung Jember sempat ditutup beberapa hari ketika diketahui pedagang yang positip, kemudian dibuka lagi oleh pemerintah daerah setempat.  Transaksi perdagangan tetap berlangsung setiap hari selama 24 jam, meskipun diakui pedagang di pasar ini untuk ritel menurun drastis dibandingkan dengan kebutuhan pokok.

foto: petugas dan aparat setelah membagi bantuan di pasar

Pedagang atau pekerja pasar yang tidak bermasker beralasan bahwa itu tidak penting bermasker karena yang dahulu pernah ada pedagang yang divonis positif mempunyai sakit bawaan. Mereka yang tidak bermasker dan tidak terjadi suatu serangan sakit mendadak merasa mendapat pembenaran akan tidak penting penggunaan masker. Inilah asumsi yang ada di masyarakat kita bahwa yang akan terkena parah adalah mereka dengan bawaan penyakit.

Asumsi masyarakat tentang covid-19

Asumsi yang berada dalam pikiran masyarakat ini berdasar pengamatan mereka sendiri selama berbulan akan kejadian di sekitar dan berita yang mereka konsumsi. Sebenarnya di sini dibutuhkan peran institusi penelitian dan kesehatan dengan disokong oleh pemerintah untuk memberikan informasi valid ke masyarakat. Informasi yang dibutuhkan yaitu jumlah, sebab dan analisis mengenai mereka yang terkena Covid-19 kemudian sehat atau meninggal. Sehingga informasi tentang Covid-19 terukur kejelasan bahaya dan pencegahan bagi semua umur.

foto: tukang becak membawa tas berisi bantuan

Minggu siang 15 November 2020 di pasar Tanjung diberikan bantuan untuk tukang becak. Sebelum menerima tas bantuan bertulis Bantuan Pemprof Jatim mereka diberi masker kain kemudian antri untuk menerima bantuan. Pemberian bantuan ini menjadi tontonan pedagang yang lain karena yang di sasar waktu itu hanya tukang becak. Pemberian bantuan inimenggunakan mobil badan SAR dan dikawal oleh aparat keamanan. Tentu saja kerumunan dan kemacetan sementara tidak dapat dihindari. Bantuan menjadi berita bahagia bagi yang menerima. Di sisi lain apakah pembagian ini sudah merata dan tepat? 

Penulis: Luqi Khoriyah