Mint, Singkat namanya, Kecil Daunnya, Banyak Manfaatnya

omzet dari menjual daun mint kering sebanyak 1500 kg adalah 30 juta rupiah. Mint untuk campuran pada pasta gigi, minyak angin dan farmasi…

Siapa yang suka minum teh dengan aroma mint? pasti banyak yang suka karena efek menyegarkan yang diperoleh setelah mengkonsumsinya. Selain dapat melegakan tenggorokan dan mengobati flu ringan, efek relaksasi dari rasa mint pun ampuh untuk menjernihkan pikiran.

Tahukah kamu darimana asal rasa menyegarkan dari daun mint tersebut?

Rasa yang khas tersebut berasal dari ekstrak yang dikeluarkan oleh daun tanaman mint. Kandungan utama daun mint adalah minyak atsiri yang salah satu komponennya adalah menthol. Minyak atsiri biasa digunakan sebagai antibakteri, antiseptik dan antinyeri. Dalam website Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menyebutkan beberapa kandungan gizi yang terdapat pada daun mint. Dalan 100 gram daun mint terdapat kandungan gizi meliputi 81% vitamin A, 66% zat besi, 27% serat diet, 22% vitamin C, 8% vitamin B6 dan kandungan gizi lainnya.

Tanaman mint atau Mentha spp adalah tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Ada yang menyebutkan apabila nama mint yang berasal dari bahasa Hindu Kuno “Math” atau “Manthe” yang artinya tanaman herba atau obat gosok”. Tanaman mint berasal dari daratan Mediterania Eropa dan tersebar di seluruh dunia seperti benua Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di pekarangan rumah sehingga mudah untuk ditanam sebagai salah satu tanaman obat keluarga. 

Kan enak tuh, lagi pengen minumannya tambah seger tinggal petik atau pengen ngehias makanan juga bisa pake daun mint jadi tambah cantik makanannya. Selain itu, ekstrak tanaman mint banyak digunakan sebagai campuran pada pasta gigi, minyak angin, kebutuhan di bidang farmasi kesehatan maupun kuliner.

Statistik tanaman Mint

Berdasarkan data litbang pertanian tahun 2010, kebutuhan produk yang berasal dari tanaman Mentha terus meningkat setiap tahunnya. Impor tanaman mint mencapai 76,10 ton/ tahun atau 63% kebutuhan dalam negeri. Hal tersebut menujukkan bahwa produksi tanaman mint dalam negeri sangat rendah dan memungkinkan peluang yang besar dalam pengembangannya. Dilansir dari web Kontan.co.id, salah satu pembudidaya daun mint yaitu Seto Hidayat mengatakan bahwa omzet yang didapatkan dari menjual daun mint kering sebanyak 1500 kg adalah 30 juta rupiah. Itu pun masih tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Tengah.

minuman dengan campuran mint foto: Elfita

Saat ini telah ditemukan lebih dari 30 spesies tanaman mint namun yang paling sering digunakan yaitu Mentha arvensis sebagai penghasil mentol, Mentha piperita sebagai penghasil minyak peppermint dan Mentha spicata yang menghasilkan minyak spearmint. Tanaman mint memiliki batang stolon dan dapat menjalar di permukaan tanah. Memiliki daun meruncing dengan bulu halus pada permukaan daunnya. 

Manfaat tanaman Mint

Dibalik berbagai olahan yang bisa dibuat dari tanaman mint sekaligus manfaat yang dikandungnya, tanaman mint patut dihindari dalam beberapa kondisi berikut: 

1. Bayi dan anak-anak yang berumur dibawah 10 tahun

2. Wanita hamil

3. Penderita GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penderita asam lambung

4. Orang yang sedang mengkosumsi obat-obatan

Berikut beberapa tips menanam tanaman mint di rumah:

1. Tumbuhnya mirip strawberi yaitu menjalar dengan ukuran daun mint yang lebih kecil

2. Bisa ditanam di mana aja asal airnya tidak menggenang dan sinar matahari tidak terlalu terik

3. Tanda tanaman mint sedang sakit : batangnya membusuk dan daun berwarna kecoklatan seperti layu

4. Kalau layu, tanam di tanah gembur dan tambahkan pupuk sebagai media campurannya. 

5. Saat menyiram tanaman mint, beri air secukupnya saja sehingga batang tanaman mint tidak mudah busuk

6. Kalau daunnya udah banyak, jangan lupa bagiin ke temen dan tetangga biar berkah. Siap tahu mereka tertarik ikutan nanam juga

Penulis: Elfita Rahma