Purifikasi Glukomannan Dari Umbi Iles-Iles (Amorphophallus Oncophyllus) Dengan Metode Pencucian Menggunakan Variasi Pelarut (bagian 1)

Glukomannan atau mannan sebagai bahan baku industri pangan dan non pangan, yaitu industri obat-obatan, kosmetik, kertas, dan tekstil.....…

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satu genus tumbuhan yang terdapat di Indonesia adalah Amorphophallus. Amorphophallus termasuk dalam famili Araceae dan diperkirakan terdapat 170 jenis diseluruh dunia.
Sebanyak 8 spesies Amorphophallus terdapat di pulau jawa dan berdasarkan koleksi Herbarium Bogoriense terdapat 20 jenis yang spesiesnya dikumpulkan dari berbagai tempat di Indonesia. Salah satu manfaat dari tanaman Amorphophallus adalah adanya senyawa glukomannan pada umbi Amorphophallus. Kadar glukomannan dalam umbi bervariasi tergantung dari spesiesnya. Senyawa ini dapat dimanfaatkan oleh industri makanan, kosmetik, maupun obat-obatan. Iles-iles adalah salah satu spesies tanaman Amorphophallus yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. 

Potensi Tanaman Iles-Iles

Tanaman iles-iles perlu dikembangkan karena berpotensi sebagai komoditas ekspor sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi. Hal ini dikarenakan adanya permintaan tepung iles-iles dari beberapa negara meningkat terutama Jepang dan Taiwan. Jenis iles-iles yang diperoleh di Indonesia adalah A. campanulatus, A. variabilis, dan A. oncophyllus (Syaefullah, 1991). A. oncophyllus merupakan jenis yang dikehendaki oleh konsumen karena banyak mengandung glukomannan. Syaefullah (1991) menambahkan, bagian umbi inilah yang sangat berharga dari tanaman iles-iles karena mengandung suatu zat yang disebut glukomannan.
 Glukomannan inilah yang sebenarnya dapat dimanfatkan baik untuk bahan baku industri pangan maupun industri non pangan. Glukomannan di pasar dunia dikenal dengan nama mannan juga banyak digunakan pada industri obat-obatan, kosmetik, kertas, dan tekstil. Glukomannan atau lebih populer dengan sebutan mannan saja secara komersial banyak digunakan sebagai bahan pengental, penstabil, penggel, dan pengemulsi. Pemanfaatan umbi iles-iles di Filiphina sering digunakan sebagai bahan baku roti dan pembuatan alkohol. Jenis umbi-umbian seperti Amorphophallus konjac yang ada di Jepang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tepung konjac tetapi juga telah dilakukan ekstraksi, isolasi, dan karakterisasi glukomannan baik dari akar maupun umbi A. konjac untuk pemanfaatkan glukomannan yang lebih efisien.

Potensi Ekspor Produk iles-iles

 Selama ini Indonesia hanya mengekspor umbi-umbian dalam bentuk tepung. Data statistik menunjukkan pada tahun 1991 volume ekspor iles-iles mencapai 253 ton dengan nilai 273 ribu dolar Amerikat. Tahun 1997 ekspor gaplek iles-iles ke Jepang, Malaysia, Pakistan, dan United Kingdom meningkat 297,6 ton dengan nilai 349,614 dolar Amerika. Tahun 1998 ekspor komoditi menurun disebabkan keterbatasan bahan baku olahan. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tepung iles-iles dan semakin meluasnya pemanfaatan glukomannan, negara-negara di kawasan asia mulai membudidayakan kembali tanaman Amorphophalus. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Indonesia, Jepang, Cina, Thailand dan Filiphina. 

Isolasi dan Pemurnian Iles-iles

Berbagai metode isolasi dan pemurnian glukomannan juga telah dikembangkan. Berdasarkan fakta tersebut maka untuk meningkatkan nilai ekonomis dan fungsional umbi iles-iles perlu dilakukan optimalisasi kemurnian glukomannan umbi iles-iles (A. oncophyllus). 
Purifikasi glukomannan pada penelitian-penelitian sebelumnya telah dilakukan dengan mengendapkan glukomannan dalam larutan alkohol. Penelitian Chairul dan Chairul, S. M. (2006) mengendapkan glukomannan dengan berbagai alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk iles-iles basah pelarut yang terbaik adalah metanol dan propanol. Takata (2006) menambahkan, glukomannan tidak larut dalam etanol atau larutan etanol lebih dari 30 %. Penelitian ini menggunakan pelarut metanol-etil asetat dan etanol-etil asetat dengan berbagai komposisi pelarut. 
Dasar dari pemilihan pelarut dalam penelitian ini adalah sifat dari kedua pelarut tersebut, dimana antara metanol (polar) dan etil asetat (semipolar) dapat saling larut demikian juga pada campuran etanol (polar) dan etil asetat. Pelarut yang terbentuk dari campuran dua jenis pelarut diharapkan mampu membentuk larutan yang dapat melarutkan pengotor (senyawa-senyawa selain glukomannan) dari umbi iles-iles (A. oncophyllus).

Penulis: Imroatul Khasanah