Keikhlasan KH Kasan (almarhum) Menebar Kebaikan (bagian 1)

Pengorbanan demi ponpes dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan KH Kasan rela menjual motor satu-satunya untuk menambah biaya pembangun…

  

Pengorbanan demi ponpes dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan KH Kasan rela menjual motor satu-satunya untuk menambah biaya pembangunan.

Pondok Pesantren (ponpes) Al Mubarok berdiri 1999 terletak di Dusun Krajan Desa Penambangan, Kecamatan semanding, kabupaten Tuban, Jawa Timur. Meskipun secara formal disebut berdiri 1999, akan tetapi sebelumnya yaitu tahun 1990 perjuangan untuk mendirikan sudah dimulai dengan mendirikan musola. Ketua Yayasan sekarang adalah Kyai Kasim (saudara kembar KH Kasan (alm)).

KH Kasan (kiri) dan Kyai Kasim foto: Istiqomah

Pencapaian sekarang ini tak lepas dari sejarah perjuangan yang dilakukan sejak muda dengan cita-cita berbagi ilmu dan kebaikan di desanya oleh Kyai Haji(KH) Kasan (alm) sebagai pioner pondok beserta keluarga besar.

Sejarah awal ponpes Al-Mubarok

Plang Ponpes Al-Mubarok foto: Istiqomah

Sebelum menempati tempat sekarang ini, ponpes Al-Mubarok diawali dengan kegiatan mengaji sederhana di desa yang sama, Penambangan, di tempat yang berjarak sekitar 400 m ke arah selatan. Tempat awal KH Kasan muda mengajar ngaji adalah musola panggung(Langgar) sederhana milik ayah kandung yaitu mbah Lasmidjan.  Posisi sekarang yaitu tepat di sebelah kanan SMPN 1 Semanding, kabupaten Tuban, tetapi sekarang sudah dipugar menjadi musola berbentuk bangunan modern pada umumnya dengan nama musola Al-Inayah.

Di tempat mengajar mengaji Langgar panggung pula dipertemukan dengan jodoh yaitu ibu Ranti (almh) yang menjadi santri di sana. KH Kasan dan bu nyai Ranti dikaruniai 2 putri 1 putra, Siti Istiqomah, Siti Rosyidah dan Ahmad Badi' Khoirul Anam.

bu nyai Ranti (almh-kiri) dan KH Kasan (alm) foto: Istiqomah

Keluarga besar mbah Lasmidjan ini telah berjasa menjaga kultur religius di desa Penambangan, terdapat  beberapa musola yang didirikan sebagai tempat belajar mengaji anak-anak dan juga orang tua yang berminat belajar mengaji. Musola itu antara lain Nurul Janah di dukuh Krajan di pimpin saudara kandung KH Kasan yaitu Kyai kasim, Langgar di pimpin pak Sriyono dan ponpes al-Mubarok dipimpin KH Kasan.

KH Kasan semasa hidup (baju putih peci hitam) beserta anak mantu cucu

KH Kasan ini merupakan putra dari Mbah Lasmidjan dan Mbah Mari. Mereka dikarunia 8 putra putri, yaitu  pak sriyono (alm), Mak Muk, Pak Kasan(alm)-Kasim (kembar), mak Lamsidah, pak Rumijo, pak Agus, pak Jaman (alm). KH Kasan kecilnya diambil anak angkat oleh mbah Djojo Ngasiman. Mbah Djojo Ngasiman beristri mbah Dasinah, mbah Dasinah merupakan saudara kandung mbah Mari. Mbah Mari ini adalah ibu kandung dari KH Kasan. Jadi KH Kasan diadopsi oleh pakdenya karena tidak dikaruniai anak.

Sebelum menikah KH Kasan sempat berjualan bolo pecah (barang pecah belah) di pasar dengan menyewa tempat jualan dari teman. Kegiatan berwirausaha ini kemudian ditinggalkan setelah mengajar di sekolah dan menikah. Setelah menikah KH Kasan mendirikan musola pertama dari kayu di dukuh asal bu Nyai Ranti di dukuh Mbaru desa Penambangan, di bagian barat sendang (danau kecil) Mbaru. Kemudian musola kayu ini dipindah ke dukuh Krajan di lingkungan rumah keluarga angkat KH Kasan.

KH Kasan semasa pemulihan sakit tetap mengajar santri foto: Istiqomah

Al-Mubarok berdiri

Bertambahnya santri mendorong KH Kasan untuk mendirikan musola dengan ukuran lebih besar. Kemudian musola berdiri pada tahun 1991. tanah yang digunakan untuk mendirikan musola pertama Al-Mubarok merupakan kandang sapi. Seperti sudah diketahui masyarakat pedesaan umumnya mempunyai ternak seperti kambing atau sapi. Akhirnya sapinya mengalah pindah tempat demi santri-santri belajar mengaji.

Berdirinya musola sebagai tonggak awal ponpes  Al-Mubarok membawa berkah bagi keluarga KH Kasan. Mbah Djojo Ngasiman bapak angkat KH Kasan yang semula pemabuk dan penjudi bertobat. Bahkan mbah  Djojo Ngasiman mewakafkan tanah untuk pengembangan  ponpes  Al-Mubarok dan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Keberanian KH Kasan (alm) mendirikan ponpes bukan secara tiba-tiba, tetapi berbekal berbagai pengalaman mengajar mengaji (dalam bahasa Jawa disebut ngaji) sebelum mempunyai musola. Masjid-masjid tempat KH Kasan mengajar ngaji yaitu masjid Babussalam, di dukuh Mrican desa Penambangan, masjid Al-Huda di dukuh Kopen, desa Penambangan. hingga saat ini masjid-masjid ini tetap berdiri di tempat semula bahkan makin membesar.

Pengorbanan untuk berdirinya ponpes dilakukan dengan berbagai cara. Di waktu itu KH Kasan rela menjual motor satu-satunya untuk menambah biaya pembangunan ponpes. Dukungan keluarga besar dan kontribusi warga sekitar akhirnya terwujud yaitu berdirinya Ponpes  Al-Mubarok pada 1999.

Ponpes Al-Mubarok Sekarang

Santri TPQ Al-Mubarok foto: Istiqomah

Ponpes  Al-Mubarok sekarang memiliki Lembaga pendidikan formal dan non formal, yang formal meliputi KB/Paud, Raudhatul atfhal(RA), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), sedangkan non formal yaitu TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin). Keluarga besar KH Kasan tetap menjaga dan berperan mengembangkan  ponpes  Al-Mubarok sepeninggal KH Kasan karena sakit tahun 2019 di usia 58 tahun. saat ini ketua yayasan  Al-Mubarok adalah Kyai Kasim saudara kembar KH Kasan, Kepala sekolah MI dan Madin pak Mohamad Fathoni (menantu KH Kasan dari putri kedua), kepala sekolah RA bu Dyah Rohmawati, kepala sekolah KB/PAUD Siti Rosyidah (putri kedua KH Kasan).

Makam KH Kasan (alm) foto: Istiqomah

Jerih payah KH Kasan ini telah menghasilkan berbagai santri-santri unggul. Terdapat pula santri yang mendirikan ponpes sendiri di luar Al-Mubarok. Menurut putri tertua KH Kasan, bu Nyai Siti Istiqomah, bapak adalah sosok yang taat, insyaallah salat 5 waktu tidak pernah ditinggal, disertai salat nawafil dan tahajud. Puasa sunah dan tiap jam tahajud juga membangunkan warga melalui pengeras suara dan sms. KH Kasan berangkat Haji pertama kali tahun 1999 dan kali kedua sekitar 2010.

Sekarang Pengelolaan ponpes Al-Mubarok dilakukan bersama-sama di keluarga besar tersebut. Amal kebaikan ini akan terus mengalir dan bermanfaat bagi muslim hingga akhir dunia, insyaallah. Ponpes melakukan berbagai bentuk kerjasama dengan berbagai pihak. Silakan menghubungi kontak pengurus Siti Rosyidah 0857 1104 4844

Penulis: Siti Istiqomah, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarok, Tuban