Sungai Bukan Tempat Sampah

Lingkungan dikatakan tercemar apabila tidak sesuai dengan habitat aslinya yang mengarah pada ketidaknyamanan untuk dilihat dan dirasakan …

Keberadaan lingkungan menjadikan cerminan tatanan kehidupan manusia dimasa kini dan masa yang akan datang. Jangan sampai rusaknya lingkungan akan dititik beratkan pada generasi masa depan anak – anak kita. Kalau ini dibiarkan begitu saja maka akan timbul masalah. Lingkungan dikatakan tercemar apabila sudah tidak sesuai dengan habitat aslinya yang lebih mengarah pada ke tidak nyamanan untuk dilihat dan dirasakan. Seharusnya manusia dari waktu ke waktu harus lebih pintar dan bijak dalam menghadapi permasalahan lingkungan.

Keterlibatan Milenial

Memasuki generasi millenial, seharusnya masyarakat harus lebih terfilterisasi dalam segala hal terutama menyikapi isu lingkungan hidup. Akhir – akhir ini trending topik yang sering kita lihat di televisi isu masalah banjir. Terjadinya banjir dikarenakan meluapnya air hujan yang tidak terbendung dengan jumlah volume sungai yang tidak bisa ditampung sehingga air hujan meluap ke segala arah. Banjir termasuk persoalan serius yang membutuhkan penanganan tepat sasaran dan komprehensif. Salah satu penyebab meluapnya air pada sungai tidak pernah lepas dari sampah yang dapat mengakibatkan terbentuknya sedimen baru sehingga  sungai tersebut  menjadi dangkal.

    Sampah merupakan sisa pemakaian produk manusia habis pakai, yang sering banyak kita jumpai dalam kehidupan seharai – hari ialah sampah domestik. Sampah menjadi bencana bagi mereka yang tidak peka terhadap lingkungan yang barang tentu akan merugikan masyarakat seperti banjir. Meluapnya air hujan pada aliran sungai hampir rata – rata ulah tangan manusia itu sendiri yang tidak peduli terhadap lingkungan meskipun sisi sungai sudah dipasang papan pemberitahuan agar tidak membuang sampah sembarangan acap kali manusia mengeyampingkan infografis tersebut.

    Biasanya sampah yang sering kita temukan di sungai seperti pampers dan plastik yang sangat sukar untuk terurai. Banyaknya sampah dialiran sungai tidak hanya ditemukan diperkotaan saja, di pedesaanpun juga acap kali sungai dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah yang simpel dan sepela. Ketidak pedulian masyarakat pedesaan bisa jadi ditengarahi ketidak tahunya mereka dampak yang ditimbulkan. Sedangkan untuk daerah perkotaan meskipun edukasinya cukup baik kadang kala mereka kurang kesadaran, hal seperti ini biasanya banyak kita jumpai didaerah perkotaan yang tidak terlalu besar. 

foto: sungai jadi tempat sampah dan sumber penyakit

Peran Pemerintah

    Pemerintah seharusnya mulai tururn tangan memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya tidak membuang sampah pada sungai. Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perangkat setempat harus sinergisitas memberikan himbauan dan edukasi agar tidak membuang sampah disungai yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem alam. Saya masih ingat betul dalam Kitab Suci Al – Quran, surat Ar – Ruum yang berbunyi :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia” (QS Ar Ruum:41)

Berdasarkan potongan ayat diatas bahwa kerusakan dibumi dan dilautan seperti kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir tidak pernah lepas dari kontribusi ulah manusia itu sendiri. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap sampah dapat menyebabkan munculnya masalah dan kerusakan lingkungan. Kalau ini dibiarkan secara terus menerus, maka kerugian besar serta kerusakan lingkungan tidak dapat dihindarkan lagi. 

foto: sampah menyumbat dan mengotori sungai

   Sebetulnya permasalahan lingkungan seperti sampah sudah terjadi sejak nenek moyang kita, cuma waktu zaman dulu tidak se ekstrim sekarang ini dimana lahan hijau sudah mulai terkikis tergantikan oleh gedung – gedung mewah yang dampaknya baru terlihat sekarang ini. Sebetulnya masih banyak orang – orang yang tidak memahami tata cara membuang sampah  dengan baik, bahkan ada pula yang sudah paham tetapi kebanyakan dari mereka tidak peduli karena sifat dari manusia serba simpel. Artinya jika ada tempat pembungan sampah yang lebih simpel dan terjangkau (dalam hal ini sungai), maka mereka lebih memilih sungai daripada harus membuang sampah yang terlalu jauh untuk dijangkau.

    Oleh karenya, peranan pemerintah sangatlah penting dalam memberikan edukasi dan wawasan guna perilaku untuk tidak membuang sampah pada sungai. Meskipun kondisi saat ini  sudah sangat memprihatinkan, bukan berarti kita tidak bisa bertindak. Untuk mengubah itu semua barang tentu harus dimulai dari kesdaran kita sendiri dari hal yang sepele dengan terus berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya tidak membuang sampah disungai. 

Yuk peduli lingkungan dari sekarang dengan cara membuang sampah pada tempatnya, kalau bukan dari kita sendiri siapa lagi coba untuk terus membiasakan dari hal – hal yang sepele, karena kontribusi kita sangat berarti dalam kelestarian lingkungan ekosistem sekitar. 

Penulis:
Ratno Budiyanto
mengajar di smkbinahusadapmk.sch.id