Hobi menjadi Bisnis: Beternak Unggas dengan cara Umbaran di Pekarangan Rumah

Proses pembibitan perlu disiapkan indukan yang berkualitas, tempat bertelur dan mengeraminya. Bisa juga ditetaskan dengan mesin tetas... …

Rumah menjadi tempat tinggal keluarga, tempat beraktivitas, berkumpul, dan menjadi tempat istirahat setelah seharian bekerja. Rumah yang dibangun di tanah yang luas biasanya masih menyisakan lahan kosong atau biasa disebut pekarangan rumah. Pemilik rumah bisa memanfaatkan pekarangan tersebut untuk area hijau, kolam, tempat parkir kendaraan, tempat untuk menyalurkan hobi dan lain-lain.

Salah satu cara pemanfaatan halaman rumah yang tersisa yaitu menjadikannya sebagai area beternak. Misalnya menjadikan pekarangan belakang rumah yang masih luas untuk beternak unggas secara individu.

Di pedesaan masih banyak masyarakat yang beternak unggas secara individu, sekedar sebagai hobi atau untuk menambah penghasilan. Unggas yang dipelihara umumnya adalah ayam, bebek, itik, angsa, bahkan kalkun. Jenis unggas tersebut biasanya dijual untuk dikonsumsi, tapi ada pula yang menyediakan unggas untuk dijual kepada penghobi.

Unggas Ayam dan Itik

Ayam yang dipelihara untuk dikonsumsi biasanya jenis ayam potong/ayam broiler atau ayam ras pedaging, dan ada juga ayam kampung. Selain kedua jenis ayam tersebut ayam yang biasanya dipelihara sebagai hobi atau sebagai ayam hias, misalnya ayam bangkok, ayam pelung, dan jenis lainnya bisa dimanfaatkan pula untuk diambil dagingnya.

Ayam di kandang foto:Nurdina

Produksi daging pada ayam yang bukan pedaging memang lebih sedikit dibandingkan ayam jenis pedaging seperti ayam potong. Tapi pemberian pakan dan pemeliharaan yang baik bisa menghasilkan produksi daging yang melimpah.

Ayam bangkok pada umumnya dijadikan sebagai ayam aduan karena bentuk fisiknya yang tinggi, besar, dan gagah. Tak sedikit penghobi yang memeliharanya sebagai ayam hias. Produksi daging ayam bangkok lebih banyak daripada ayam kampung karena postur tubuhnya yang lebih besar. Rasanya pun tak kalah enak. Masyarakat yang gemar mengkonsumsi daging ayam kampung bisa beralih ke daging ayam bangkok sebagai alternatif.

Selain ayam, unggas seperti bebek atau itik juga masih digemari masyarakat untuk dikonsumsi. Itik misalnya, banyak individu maupun rumah makan yang menyediakan olahan itik sebagai salah satu menunya. Mekipun dagingnya lebih alot dibanding ayam, rasanya sama-sama enak. Selain itu bulu-bulu itik juga bisa dimanfaatkan sebagai kok atau bola bulu tangkis.

Ternak Itik. Foto: Nurdina

Pembesaran Unggas

Ada peternak unggas yang hanya fokus pada daging yang dihasilkan, jadi untuk pembibitan masih membeli dari peternak lain. Adapula peternak yang mulai dari pembibitan hingga indukan semuanya ditangani sendiri. Meskipun beternak secara individu biasanya dalam skala kecil, mulai dari proses pembibitan hingga produksi tetap bisa dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan kuantitasnya agar tidak kewalahan dalam merawatnya.

Sejak proses pembibitan perlu disiapkan indukan yang berkualitas. Sediakan pula tempat untuk bertelur dan mengeraminya. Proses pengeraman telur bisa dibantu dengan mesin tetas. Dengan cara ini kondisi telur terus bisa dipantau sepanjang hari sampai telur menetas. Setelah telur menetas disiapkan kandang untuk anakan yang terpisah dari dewasa.

Mesin Penetas Unggas. Foto: Nurdina

Saat unggas sudah siap untuk dijual perlu dipelajari sistem pemasarannya juga. Pemasaran hasil produksi ternak secara individu bisa dipasarkan di orang-orang sekitar yang memerlukan, pasar-pasar terdekat, atau rumah-rumah makan. Harga jual bisa disesuaikan dengan harga pasaran atau kesepakatan bersama dengan pembeli. Dengan adanya kemudahaan dalam akses internet pada masa sekarang ini pemasaran juga bisa dilakukan secara online. 

Membangun Kandang Sederhana

Membangun kandang untuk beternak di rumah sendiri cukup dibuat secara sederhana. Tidak perlu rumit seperti pada peternakan besar yang sudah lengkap fasilitasnya. Bisa membeli kandang di pasar-pasar yang menyediakannya atau membuat kandang sendiri. Dengan memperhitungkan luas lahan yang ada, penataan kandang dan lingkungan di sekitarnya perlu disesuaikan. Diingat pula bahwa beternak di rumah sebaiknya tidak menimbulkan kerugian bagi tetangga-tetangga di sekitar. Karena hewan ternak pasti menghasilkan kotoran dan bisa menghasilkan bau yang tak sedap jika tidak diperhatikan perawatannya. 

Perawatan dan kebersihan kandang perlu dijaga agar unggas merasa nyaman dan bisa tumbuh dengan baik. Misalnya unggas tidak mesti dikurung di dalam kandang. Jika memiliki pekarangan yang luas kandang bisa dibuat semi terbuka. Dalam bahasa Jawa disebut umbaran yang artinya dilepas atau tidak dikurung, maksudnya hewan ternak bisa bebas berkeliaran di halaman agar tidak terus berada dalam kandang. Dengan metode ini unggas tidak merasa bosan karena bebas berkeliaran di pekarangan rumah.

Meskipun tidak wajib, unggas seperti itik atau angsa bisa disediakan wadah atau kolam air untuk tempat mandi atau berenang. Biasanya itik yang berkeliaran kadang kala badannya kotor, jadi mereka bisa membersihkan diri di kolam air. Selain itu bisa menambah kenyamaan bagi itik agar tidak stress atau bosan.

Anak-anak Unggas dipisahkan. Foto: Nurdina

Kondisi kandang jangan lupa untuk selalu diperhatikan dan diperiksa. Seperti kondisi kandang di saat musim penghujan perlu perawatan lebih. Kondisi kandang semi terbuka yang menyisakan lahan untuk umbaran unggas saat musim hujan kadang menjadi becek dan kotor, serta mengganggu kenyamaan saat pemberian pakan baik bagi unggas atau peternak. Kondisi kandang juga menjadi lembab, lebih dingin, sehingga unggas merasa tidak nyaman.

Beternak yang berawal dari hobi memelihara hewan bisa sangat menguntungkan. Adanya perasaan senang saat menggeluti hobi bisa memacu semangat untuk merawat hewan-hewan ternak dengan baik. Produksi yang dihasilkan bisa memuaskan karena menjalani bisnis itu sebagai kesenangan. Tidak masalah jika terkadang produksi yang dihasilkan tidak sesuai target atau kurang memuaskan, tapi karena hal itu sudah menjadi hobi semua yang telah dilakukan terbayar dengan baik. Ingat pula bahwa hewan pun bisa mengerti keadaan manusia. Jika kita merawat mereka dengan baik insyaallah mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik pula.

Penulis: Nurdina Lesya Yuniasti