Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al-Mubarok: Sejarah Awal Pondok pesantren Al-Mubarok, Tuban (bagian 2)

Cara pembacaan metode Iqro memudahkan anak-anak dengan membaca suku kata, ba-ta, ka-ta dan seterusnya, kemudian belajar membaca rangkaian…

Berdiri dari mulai tahun 1990, TPQ Al-Mubarok telah berumur 30 tahun. Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) Al-Mubarok merupakan bagian dari Pondok pesantren (ponpes) Al-Mubarok. Seperti pada bagian pertama (baca: Keikhlasan KH Kasan Menebar Kebaikan). TPA ini sebagai gerakan awal pendirian pendidikan belajar mengajar di ponpes  Al-Mubarok oleh KH Kasan (alm). Perkembangan berikutnya diikuti oleh  Raudhatul atfhal(RA), Madrasah Diniyah (madin) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Keberadaan  TPQ Al-Mubarok telah berjasa besar menjadikan masyarakat desa Penambangan khususnya mampu membaca  Quran dan menulis hijaiyah. Estafet kepengurusan ponpes ini sekarang di tangan para generasi penerusnya. 

Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ)

Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) adalah lembaga non formal keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Kurikulum yang diberikan yaitu dasar-dasar membaca Quran (ngaji: bahasa Jawa) beserta pengajaran pendidikan agama Islam. Pemerintah berusaha mengatur melalui Peraturan Pemerintah No. 55  tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Quran terdiri dari Taman Kanak-kanak (TKA/TKQ), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ), Ta'limul Qur'an lil Aulad dan bentuk lainnya yang sejenis.

TPQ Al-Mubarok

Suasana TPQ Al-Mubarok foto: Rosyidah

Metode pengajaran yang dilakukan menggunakan metode Iqro. Metode ini merupakan metode yang dipakai oleh banyak TPQ secara umum. Pengajaran dengan iqo' terdapat 6 jilid. Pembagian kelas menjadi 4 tingkat untuk efektifitas belajar mengajar. Pembagian tersebut meliputi kelas 1A jilid 1-3, kelas 1B jilid 4-6, kelas 2 pasca jilid yaitu juz amma dan kelas 4 belajar Quran.

Pada buku iqro jilid 3 di bagian belakang sampul terdapat Mars TPQ

Kamilah santri TK Al- quran rajin belajar giat beramal

Quran di tangan jadi pedoman kita

sambut kebangkitan Islam

Kalau kau jauh dari Al-Quran akhirnya pasti akann sengsara

Kacau di dunia rusak binasa

Di akhirat mendapat siksa

Pengajar di TPA yaitu ustadah Evi dan Dian (kelas 1A), ustadah Rini dan Nurul (kelas 1B), ustadah Nurul (kelas 2) dan ustadah Istiqomah dan Rosyidah. TPA ini secara resmi telah terdaftar di Kementrian Agama Islam kabupaten Tuban. Menejerial administrarif yang tertib menjadikan guru TPQ al Mubarok berhak atas insentif dari APBD kabupaten Tuban. Selain itu santri yang lulus munaqosyah akan mendapatkan ijazah/syahadah yang bisa digunakan untuk mendaftar masuk jenjang SMP.

Ustadah mengajar TPQ foto: Rosyidah

Jumlah santri saat ini berkisar 133. Jumlah ini akan naik turun setiap tahun. Antusias masyarakat untuk mendorong anak-anaknya belajar di TPQ sebagai hal yang menggembirakan, meski pun di sisi lain pengembangan ruang belajar dibutuhkan. 

Sejarah Singkat Metode Iqro

Metode iqro dibuat oleh KH AsAd Humam Siradj. Beliau terlahir di Yogyakatya pada 1933. KH Asad selalu berjalan dengan tongkat karena sejak umur 18 terjatuh dari pohon dan mengalami pengapuran tulang belakang. Alasan ini pula yang menyebabkan tidak bisa menyelesaikan sekolah, hanya sampai kelas 2 Mualimin Muhammadiyah (setingkat SMA) di Yogyakarta. Melakukan salat pun harus dilakukan dengan duduk tanpa rukuk atau pun sujud, bahkan salam pun harus memutar badan.meski pun keadaan kesehatan yang seperti itu KH Asad selalu memikirkan cara mudah untuk belajat Quran. Menurut putri kedua beliau Erweesbe Maimanati, tempat favorit KH Asad adalah di samping rumah di bawah pohon jambu.

Metode iqra ini boleh dikata merupakan penyempurnaan metode sebelumnya yaitu metode Qiroati. Hal ini disampaikan pada kata pengantar Iqro. Metode Qiroati ditemukan oleh KH Dachlan Salim zarkasyi.

Bertahun-tahun KH Asad memikirkan cara untuk memudahkan belajar baca Quran. Pada masa itu metode Qowaid Al-Baghdadiyah sebagai metode populer di Indonesia. Kesulitan metode  Qowaid Al-Baghdadiyah adalah mengeja huruf semisal alif fataha, alif kasrah i, kemudian baru dirangkai, sehingga membutuhkan waktu belajar lebih lama. Cara pembacaan metode Iqro di awal jilid lebih memudahkan anak-anak dengan membaca suku kata, ba-ta, ka-ta dan seterusnya. 

Pembelajaran masa Pandemi Covid-19

Pembelajarn TPQ selama covid tetap berlangsung meski pun membutuhkan penyesuaian dengan protokol  kesehatan. Pemerintah kabupaten Tuban pun memberi perhatian dengan bantuan dana. Kemudian oleh pihak pengelola ponpes dibelanjakan sesuai kebutuhan santri dan ponpes Al-Mubarok.

Anak-anak belajar TPQ Al-Mubarok, foto Rosyidah

Perhatian pemerintah sangat penting terlebih dalam situasi pandemi ini, karena masyarakat membutuhkan kepastian keadaan dan ketenangan proses belajar. Jaminan keamanan beraktivitas akan mendukung kegiatan masyarakat seperti kegiatan TPQ. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten Tuban selama pandemi menunjukkan dukungan pada proses belajar mengaji di masyarakat

Pengembangan pondok pesantren Al-Mubarok terus dilakukan. pihak pondok membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak. komunikasi dapat dilakukan dengan pengurus (putri kedua) KH Kasan (alm) siti Rosyidah di kontak 0857 1104 4841

Kontributor: Siti Rosyidah, Pengasuh TPQ Ponpes dan kepala sekolah PAUD Al-Mubarok