Singgasana buat Ayah Bunda

Kini ayah bundaku semakin renta, namun senyum ikhlas mereka tak pernah sirna buat kami, semua dengan segala pengorbanan, demi kehormatan.…

Tak ada yang terasa lebih indah dalam jiwa

Selain melihat senyum ayah bunda

Senyum yang menyimpan rindu masa lalu

Ketika masa kecilku

Yang sering membuat mereka tertawa

Ketika aku suka berulah dan bercanda


Senyum yang menyimpan harapan

Demi segala kebaikan masa depan


Kini ayah bundaku telah semakin renta

Namun senyum ikhlas mereka tak pernah sirna

Buat kami semua

Dengan segala pengorbanan

Demi kehormatan


Bagai sebuah pohon

Mereka berikan sejak dari buahnya, cabang, batang dan bahkan tinggal perdu yang tersisa


Terpahat aura bahagia di akhir masa

Masa sejuta pesona

Yang telah terlewati bersama


Aku selalu ingin menaikkan ayah bundaku di atas Singgasana

Singgasana dengan ukiran indah

Yang melukiskan sejuta peristiwa suka dan duka

Sejak aku terlahir hingga hari ini

Hari-hari yang aku semakin mengerti

Bagai Singgasana Yusuf untuk bapak ibunya

Setelah melewati kisah-kisah baik dan terindah yang Allah ceritakan

Untuk hamba-hambaNya yang ingin memahami

Memahami kisah perjalanan hidup sarat arti

Penulis: Sanggar Mentari Mujadid