Bromelain hingga Serat Tekstil: Potensi Buah dan Limbah Daun Nanas

serat tekstil ramah lingkungan diupayakan untuk menggantikan bahan nondegradable, oleh karenanya serat dari daun nanas sebagai alternatif…

Nanas  merupakan buah yang relatif mudah ditemui di Indonesia. Nanas berasal dari negara Brazil dan mengandung enzim bernama bromelain. Menurut Neta, J.L.V., et al., 2012, di semua jaringan nanas dapat ditemukan enzim bromelain dan jumlah presentase bromelain dari setiap jaringan tidak sama. Selain kandungan enzim bromelain, limbah nanas yaitu serat dari daun juga bisa dimanfaatkan untuk tekstil. 

Perhatian kita kali ini ditujukan pada limbah pertanian nanas dan pemanfaatnnya. Irianti, A. H. S., 2010 memaparkan, bahwa satu tanaman nanas bisa menghasilkan limbah berupa sisa daun, mahkota, batang dengan berat perkiraan mencapai 2 hingga 3 kg. Lahan seluas 1 hektar bisa menghasilkan limbah biomassa sebanyak 3 ton. Biomassa ini mengandung serat yang berpotensi dalam industri tekstil beserta turunan produknya. 

Serat nanas basah

Serat daun nanas ini di Pemalang, Jawa Tengah telah berhasil dikombinasikan dengan sutera menjadi Batik sutera Nanas (Panjer Budi Waluyo, Kompas, 2 Januari 2004). Bahkan sekarang di tahun 2021 dapat dengan mudah mengunjungi toko online untuk mendapatkan kain batik nanas dengan berbagai harga dan kualitas. Hal ini menunjukkan bahwa potensi nanas mulai dari buah hingga limbah dapat diolah kemudian dikomersialkan.

Pinatex, Tekstil dari Daun Nanas

Pernah kah kita mendengar Pinatex? Pastinya belum.

Pinatex merupakan trademark serat kain yang berasal dari daun nanas. Pinatex oleh Carmen Hijosa yang berasal dari Spanyol. Menurut Carmen Hijosa, serat nanas memiliki karakter serat yang halus kuat dan fleksibel. Gelar Ph.D diperoleh Carmen Hijosa dari Royal Collage of Art, London di bidang tekstil pada 2014 ketika umur 62 tahun. Penelitian tentang tekstil tersebut dilakukan salah satunya di Pilipina, karena ketersediaan biomassa daun nanas yang melimpah.

Carmen Hijosa memasarkan Pinatex melalui perusahaanya yaitu Ananas Anam. Pinatex membutuhkan sekitar 16 biji nanas untuk menghasilkan 1 m2 akan menghasilkan sekitar 480 daun nanas. Pinatex dirilis pada pertengahan 2015. Kolaborasi yang sudah dilakukan dengan rumah mode Hugo Boss untuk produk sneaker. Gambaran produk dan proses yang dilakukan Carmen Hijosa melalui brand Pinatex bisa dilihat pada video berikut:

Nanas di Indonesia

Nanas pernah secara khusus dibahas oleh Kementrian Pertanian melalui Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura Nenas 2013, 2015 dan  2016. Berdasar data yang disampaikan oleh kementerian Pertanian melalui Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura tersebut, pengelolaan nanas masih sebatas ekspor berupa nanas segar atau dikemas menjadi makanan olahan kalengan. Propinsi di Indonesia yang menghasilkan pertanian nanas terbesar yaitu Lampung tengah dengan produksi 99,69% di bawah perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP).

Lampung sebagai propinsi penghasil nanas, tentunya secara menerus menghasilkan limbah pertanian nanas. Artinya potensi ini jika diteruskan oleh otoritas akademik dan pemerintah berpotensi menjadi keunggulan tersendiri. Nanas beserta produk turunannya akan menghasilkan beragam produk semisal bromelain, serat tekstil, perban anti bakteri, selulosa, nanoselulosa dan sebagainya.

Siapa PT Great Giant (GGP) pineapple?

PT Great Giant pineapple merupakan perusahaan pengalengan nanas terbesar ketiga di dunia. Bahkan menjadi nomor satu di dunia untuk katerori bisnis terinegrasi dari plantation, harvesting dan processsing. Perusahaan lain di dunia yang menjadi pesaing PT Great Giant pineaplpe adalah Dole Food Company Inc. dari  Amerika Serikat dan del Monte  dari  Amerika Serikat juga. 

PT Great Giant pineapple merupakan perusahaan di bawah Gunung Sewu Grup. Dasuki Angkosubroto tahun 1950 mendirikan Gunung Sewu grup dan mengawali usahanya di perdagangan komoditas. PT Great Giant pineaplle sendiri didirikan pada 1979. pengembangan dan penelitian perusahaan seringkali melakukan kerjasama dengan Universitas Lampung dan Institut Pertanian Bogor

Perusahaan ini mengklaim melakukan zero waste sustainability process, yaitu penggunaan sisa kulit nanas untuk dijadikan makanan sapi. Kemudian kotoran sapi tersebut dipakai untuk biogas yang dimanfaatkan untuk perkebunan. 

Kabupaten di Jawa Timur sebagai penghasil nanas terbesar adalah Blitar. Pemanfaatan limbah daun nanas ini juga dilakukan oleh negara tetangga Indonesia yaitu Filipina. Negara ini secara terorganisir dan produksi massal untuk meghasilkan produk serat tekstil. Serat nanas bisa dimanfaatkan untuk interior dinding, karpet, kursi dan sebagainya.Carmen Hijosa menjadikan Pilipina sebagai negara pilihan untuk suplai serat nanas sebagai bahan tekstil Pinatex karena keberlimpahan biomassa tersebut.

Perhatian Thailand terhadap Serat Nanas

Thailand merupakan negara Asia agraris seperti halnya Indoensia. Thailand juga termasuk 10 besar ekportir nanas untuk dunia. Sehingga dapat dibayangkan jumlah limbah pertanian nanas yang dihasilkan dari tiap hektar lahan.

Penggunaan plastik yang sudah di tingkat mengkuatirkan mendorong banyak profesi memberi perhatian kepada bahan biodegradable, terutama untuk bidang tekstil ramah lingkungan diupayakan untuk menggantikan bahan non-degradable.

Salah satu profesor Thailand yang memberi perhatian pada serat nanas dari Universitas Mahidol  adalah Taweechai Amornsakchai. Berikut video yang memperlihatkan Thailand memproses serat daun nanas mulai dari panen hingga menjadi bentuk produk.
Referensi

Irianti, A. H S. 2010. Efektivitas Proses Pengambilan Serat Daun Nanas (Ananas Comosus Merr)dengan Metode Pengeratan. Prosiding Seminar Nasional Character Building for Vocational Education, UNY.

Kengkhetkit, N and Amornsakchai, T. 2012. Utilisation of Pineapple Leaf Waste for Plastic Reinforcement: A novel Extraction Method for Short Pineapple Leaf Fiber. Industrial Crops and Products 40: 55– 61.

Neta, J.L.V., et al. 2012. Bromelain Enzyme from Pineapple: In-vitro Activity Study under Different Micropropagation Conditions. Appl. Biochem Biotechnol 168:234–246.

Prihatman. 2000. Budidaya Nanas dan Pascapanen. Agromedia: Jakarta.

Sutanto, A. 2018. Zerro Waste Management PT Great Giant Pineapple (GGP) Lampung Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Ke- 5 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah(APPPTM) ISBN: 978-602-19568-5-4.

Kontributor: Luqi Khoiriyah