Origami, Seni Melipat Kertas

Kita dilatih dalam origami untuk tidak menyerah dan mencoba untuk membuatnya lagi dan lagi, dilatih untuk terus berusaha meskipun gagal…

 

Kita dilatih dalam origami untuk tidak menyerah dan mencoba untuk membuatnya lagi dan lagi, dilatih untuk terus berusaha meskipun gagal.

Kertas merupakan media yang banyak digunakan manusia untuk menulis, menggambar, kerajinan tangan dan sebagainya. Kertas menjadi benda penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kertas juga memiliki ragam jenis dengan banyak warna maupun motif yang berbeda-beda.

Meskipun dalam perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini banyak orang yang menulis maupun menggambar menggunakan media digital, kertas tetap tak tergeser keberadaannya. Benda yang dibuat dari pulp atau bubur kertas yang berasal dari kayu ini masih terus eksis seiring zaman.

Sejarah Origami dari Jepang

Kertas dapat digunakan sebagai media kerajinan tangan seperti origami. Sebutan origami atau seni melipat kertas dari Jepang ini sudah terkenal di seluruh dunia. Origami 「折り紙」 merupakan salah satu seni atau kerajinan yang berasal dari Jepang sejak dulu hingga sekarang dan semakin digemari orang-orang di seluruh dunia. Salah satu seni yang muncul di Jepang sejak masyarakatnya mengenal kertas.

Origami berbentuk hewan (Istimewa/Nurdina)

Sekitar abad 5 atau 6 masehi (pada era Nara hingga era Heian) perkembangan pembuatan kertas mulai dikenalkan di Jepang. Kertas pada masa itu banyak digunakan untuk ritual-ritual keagaaman Shinto, misalnya dibuat jimat. Mereka juga menggunakan kertas sebagai salah satu bahan untuk pintu maupun dinding-dinding rumah pada zaman dulu. Kertas-kertas yang mereka buat mempunyai sifat tipis, sedikit susah untuk disobek, dan tahan lama. Mereka menyebut kertas buatan Jepang sebagai washi 「和紙」. Di zaman Edo produksi kertas berkembang pesat, sehingga origami pun juga turut berkembang. 

Masyarakat Jepang sejak dulu adalah petani, mereka terbiasa melakukan kegiatan bertani yang setiap tahunnya selalu sama dan teratur. Sawah-sawah memiliki bentuk persegi panjang, yang dianggap sebagai keindahan yang tercipta dari garis-garis lurus, bentuk kotak dan garis-garis persegi. Budaya mereka jadi terbiasanya dengan garis lurus. Bukan hanya pada sawah tetapi juga rumah dan benda-benda lain.

Kimono Sebagai Bagian Budaya Melipat

Lipatan Kimono

Pakaian tradisional Jepang atau kimono yang dipakai sejak dulu juga memiliki garis lurus dengan model persegi. Selain itu budaya melipat juga dijumpai pada keseharian mereka. Misalnya melipat futon atau alas tidur, selesai dipakai futon kembali dilipat untuk disimpan. Benda-benda lain banyak pula yang menggunakan metode lipatan dalam pembuatannya. Diyakini budaya melipat dan garis lurus yang biasa mereka lakukan menciptakan seni origami yang membutuhkan lipatan-lipatan dalam membuatnya.

Selain sebagai seni melipat kertas, masyarakat dunia juga mengenal istilah origami sebagai sebutan untuk kertas warna. Tetapi di Jepang dibedakan menjadi origami dan chiyogami 「千代紙」. Origami merupakan bentuk kesenian kertas, sedang chiyogami adalah kertas atau bahan yang digunakan untuk membuat origami. Bukan hanya untuk origami tetapi chiyogami dapat digunakan untuk kerajinan tangan, dekorasi, sebagai pembungkus kado dan sebagainya.

Origami untuk Melatih Konsentrasi

Sejak era Meiji pemerintah Jepang menetapkan origami diajarkan di taman kanak-kanak sebagai bahan ajar untuk mereka juga sebagai kerajinan tangan. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan origami, sehingga origami sangat melekat dalam budaya mereka.

Origami burung (Istimewa/Nurdina)

Origami diyakini dapat memberikan manfaat kepada perkembangan kemampuan manusia. Manfaat origami antara lain : 

1. Mengembangkan kesabaran dan konsentrasi

Membuat bentuk origami yang kita inginkan melatih kesabaran kita apabila gagal. Kita dilatih untuk tidak menyerah dan mencoba untuk membuatnya lagi dan lagi. Kita dilatih untuk terus berusaha meskipun gagal. Origami juga melatih konsentrasi kita untuk fokus pada apa yang kita kerjakan hingga kita berhasil membuatnya.

2. Mengembangkan berfikir dan berimajinasi

Membuat origami yang memiliki beragam bentuk melatih kita untuk berfikir dan berimajinasi seperti apa bentuk origami yang kita inginkan atau yang akan kita buat.

Bentuk origami yang dibuat tak harus selalu sama dengan bentuk yang sudah ada atau umum, kita bisa mengembangkan bentuk sendiri yang lebih mirip atau detail, sehingga kita benar-benar butuh untuk berimajinasi.

3. Mengembangkan kemampuan kognitif

Origami dapat mengembangkan potensi akal yang dimiliki manusia. Otak akan terus diasah saat kita membuat origami. Tidak hanya asal melipat kertas, origami mempunyai lipatan-lipatan yang membuat otak kita untuk mengingat alurnya.

Perlengkapan untuk melipat kertas

Origami bisa ditujukan untuk edukasi, sebagai hobi, untuk mengisi waktu luang, dan sebagainya. Macam-macam bentuk origami dan warna-warni kertas yang digunakan bisa sangat dinikmati. Tak hanya anak-anak yang menyukai origami, orang dewasa banyak yang tertarik untuk membuatnya. Pembuat origami merasakan kepuasan tersendiri setelah berhasil membuat karyanya meskipun dalam bentuk yang paling mudah. Origami disebut sebagai kombinasi antara keeleganan dan kehalusan yang dibuat secara sederhana.

Referensi :

https://www.origami-noa.jp/

https://shikinobi.com/origami-chiyogami#1

https://ink-revolution.com/index.php/005-11.html

Penulis: Nurdina Lesya Yuniasti