Tumbuhan Hias Membantu Mengurangi Polusi Udara Lingkungan Rumah

Tanaman hias penyaring udara: Lidah Mertua (sansevieria), Lidah Buaya (aloe vera), Sri Rejeki (aglonema), Palem Kuning (dypsis lutescens)…

Tanaman Hias bisa Kurangi Polusi

Populasi manusia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kebutuhan hidup juga semakin bertambah seiring dengan peningkatan populasi. Untuk mempermudah manusia dalam beraktivitas sehari-hari diciptakanlah teknologi. Contohnya teknologi dalam bidang transportasi yaitu kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor dibuat untuk mempermudah manusia dalam menempuh perjalanan jauh, mempersingkat waktu tempuh perjalanan maupun mengangkut banyak barang.  Sayangnya kendaraan bermotor menghasilkan polusi.

Lidah Mertua (Istimewa/Nurdina)

Kendaraan bermotor banyak menggunakan bahan bakar minyak yang dapat menghasilkan polusi udara. Meskipun dewasa ini banyak diciptakan kendaraan bermotor yang lebih ramah lingkungan, misalnya kendaraan bertenaga listrik, jumlah kendaraan yang memakai bahan bakar minyak jauh lebih banyak.

Kendaraan Bermotor Penyumbang Polusi

Kendaraan bermotor banyak berlalu-lalang di jalan-jalan besar seperti di perkotaan, maupun jalan-jalan kecil di pedesaan. Meskipun kuantitas kendaraan bermotor di pedesaan tidak sebanyak di wilayah perkotaan, polusi udara tetap saja ada. Polusi dari kendaraan bermotor yang berlalu lalang di depan rumah sangat mengganggu dan tidak baik untuk pernapasan.

Kendaraan bermotor di Indonesia

Bagi rumah-rumah yang tinggal di tepi jalan raya yang selalu ramai oleh kendaraan bermotor, polusi udara, debu dan polusi suara sudah terbiasa dirasakan sehari-hari. Di saat udara panas pada musim kemarau atau saat siang hari yang terik, rumah di tepi jalan besar yang kurang pepohonan atau tanaman hijau terasa panas. Udara terasa kotor dan banyak debu. Oleh karena itu menanam tanaman atau pohon dapat dijadikan solusi untuk mengurangi polusi udara.

Indah Dipandang Sehatkan Alam

Udara yang kotor dapat disaring oleh tanaman atau pepohonan sehingga udara menjadi lebih bersih dan segar. Ditambah lagi dengan adanya tanaman dan pepohonan halaman rumah menjadi lebih sejuk dan rindang, sehingga dapat menurunkan suhu yang tinggi pada siang hari. Beberapa rumah mungkin tidak mempunyai halaman yang cukup untuk menanam pohon, tapi masih dapat menciptakan area hijau seperti menghadirkan tanaman-tanaman dalam pot.


Menghijaukan halaman rumah dengan tanaman dan pepohonan tidaklah sulit. Tanaman dapat ditanam di dalam pot atau wadah bekas yang dijadikan sebagai pot. Bahkan sekarang pun banyak yang menanam pohon terutama pohon buah-buahan yang juga ditanam di dalam pot, atau istilahnya tabulampot (tanaman buah dalam pot). Jika halaman rumah tak cukup untuk menanam pohon, dapat diganti dengan tanaman-tanaman hias.

Cara Murah, Mudah Kendalikan Polusi

Beberapa tanaman hias juga dapat ditempatkan di dalam rumah atau indoor. Tak perlu bersusah payah mencari tanaman hias yang mahal untuk menghijaukan rumah. Cukup tanaman-tanaman hias yang dapat digunakan sebagai penyaring udara. Beberapa tanaman hias yang biasa dimanfaatkan sebagai penyaring udara misalnya Lidah Mertua (sansevieria), Lidah Buaya (aloe vera), Sri Rejeki (aglonema), Palem Kuning (dypsis lutescens) dan lain sebagainya.

Palm Kuning (Istimewa/Nurdina)

Tanaman tentu perlu dirawat agar tetap terjaga kesuburannya dan sehat. Pastikan agar selalu disiram setiap hari sesuai kebutuhan masing-masing tanaman. Kesuburan tanah juga perlu diperhatikan, berikan pupuk jika dirasa tanaman membutuhkannya. Tanaman indoor jangan lupa untuk selalu diperhatikan kebutuhan cahaya mataharinya. Selain itu tanaman-tanaman hias dapat dibersihkan media tanamnya dari rumput yang menggangu, dan dibersihkan daun-daunnya agar terlihat tetap segar dan cantik.   Meski merawat tanaman itu mudah tapi membutuhkan niat dari sendiri untuk selalu memperhatikannya.

Rumah Indah Sehat Penghuni Bahagia

Selain menanam pohon atau merawat tanaman, selalu menjaga kebersihan rumah juga salah satu solusi mengurangi polusi, terutama debu. Rumah yang dekat dengan tepi jalan raya selalu bermasalah dengan debu yang diakibatkan lalu lalang kendaraan. Mengatur ventilasi rumah dan memperhatikan kebersihan rumah setiap hari dapat membantu mengurangi debu yang masuk ke dalam rumah.

Sri Rejeki (Istimewa/Nurdina)

Penghuni rumah tentu merasa tidak nyaman jika rumah banyak debu, dan hal ini dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Selanjutnya, tidak membakar sampah rumah tangga sembarangan. Karena asap hasil pembakaran sampah dapat menimbulkan polusi udara dan mengganggu lingkungan sekitar.

Polusi udara selalu menimbulkan banyak masalah bagi manusia, hewan dan lingkungan hidup. Setidaknya kita dapat membantu menguranginya dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Meskipun hanya di lingkungan rumah kita sendiri, kita sudah menjaga kesehatan keluarga kita dan lingkungan rumah kita. Merawat tanaman itu hal yang kecil tapi dampaknya besar bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup ekosistem di sekitar rumah kita. Mulailah cintai bumi dengan menjaga alam di lingkungan rumah.

Penulis: Nurdina Lesya Yuniasti