Daun Pletekan: Mainan Bom-boman Anak-anak yang Berkhasiat sebagai Obat Diabetes dan Cara Budidayanya

Daun pletekan mengandung polifenol yang dapat merangsang perbaikan sel beta pada pankreas, mendorong tubuh meningkatkan produksi insulin …
Dewasa ini kebutuhan terhadap obat tradisional terus menigkat . Di negara berkembang konsumsi masyarakat terhadap obat tradisional mencapai 80% dari jumlah piopulasinya (Salikin, 2007). Tanaman ini sebagai salah satu obat tradisional yang terus dikembangkan kearah fitofarmaka adalah obat diabetes (Nugroho, 2002). Salah satu tumbuhan yang berhasil menurunkan kadar gula darah adalah daun pletekan ini atau bunga kencana ungu ini.

Tumbuhan pletekan atau Kencana Ungu dengan nama latin Ruellia tuberosa L. merupakan tanaman yang berasal dari famili acanthceaae . Herba pletekan ini dapat digunakan sebagai antibiotik. Daunnya mengandung polifenol yang bersifat dapat merangsang perbaikan sel-sel beta sehingga meningkatkan produksi insulin .

Apa itu Daun Pletekan ?

Gambar 1. Biji dan daun pletekan (istimewa/Theresia)

Pada dasarnya tanaman berbunga ungu ini duiu banyak di temukan di pinggir sawah . Kebanyakan dari kita mungkin mengenal pletekan ini sebagai bahan permaina saat masih kecil yaitu sebagai mainan bom . Ketika biji pletekan ini dicampurkan atau di lempar daiam air biji akan meledak pletek-pletek!

Tapi sekarang sejak banyak digunakan sebagai obat obatan herbal, tanaman ini mulai dari budidayakan secara khusus . Alasan utama mengapa daun pletekan ini banyak dicari adalah karena kandungannya yang banyak berguna bagi tubuh .

Kandungan Daun Pletekan

Daun pletekan ini diketahui mengandung polifenol yang dapat merangsang perbaikan sel sel beta pada pankreas . Hal ini dapat mendorong tubuh lebih banyak meningkatkan produksi insulin yang di perlukan dalam menangani penyakit diabetes . Bahan akar pletekan ini juga mengandung flavonoida . Senyawa tersebut secara ilmiah terbukti dapat menurunkan kadar glukosa .

Mengapa Daun pletekan Bisa Mengobati diabetes?

Penyakit diabetes adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan kenaikan gula darah. Pada tubuh orang yang sehat , hormon insulin akan memindahkan gula ke dalam sesl sel untuk disimpan sebagai energi. Akan tetapi pada penderita diabetes, tubuh gagal memproduksi insulin dalam jumlah cukup, sehingga terjadi kelebihan gula di dalam darah . Oleh sebab itu  kontrol glukosa darah yang efektif dan anti oksidan merupakan kunci dalam mencegah diabates komplikasinya. 

Dari sekian banyak tanaman herbal, daun pletekan ini merupakan salah satu obat tradisional yang dapat di gunakan untuk menuruni kadar glukosa darah . Seyawa flavonoid , polifenol dan lainnya di dalam daun ini dapat meningkatkan aktifitas insulin . Sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabates mellitus . Nah jika anda pingin mencoba obat tradisional ini, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter anda ya .

Cara Mengkonsumsi Daun pletekan

Ramuan daun pletekan ini bisa digunakan dengan cara meminum air rebusa daun pletekan 2 x sehari , pagi 1 gelas dan sore satu gelas . Ambil 3 lembar daun pletekan di rebus dengan 3 gelas air  sampai mendapatkan 2 gelas air.

Gambar 2. Ruellia tuberosa di media polibag (istimewa/Theresia)

Tanaman ini dapat memberi efek menurunkan kadar gula darah . Namun pemakainya tidak boleh berlebihan jika kadar gula darah sudah normal, hentikan pemakaian . Dan bagi penderita diabetes yang memiliki komplikasi  ginjal sebaiknya juga menghindari obat ini, karena dapat berakibat buruk pada hati dan ginjal.

Cara Budidaya Daun Pletekan (bunga Kencana Ungu)

Besar kemanfaatan dari daun pletekan ini, alangkah baiknya kalau kita bisa membudidayakannya.

Bunga Ruellia (Ruellia Tuberosa L) adalah jenis bunga yang setiap saat berbunga atau tanpa mengenal musim,sehingga kita dapat menikmatinya sepanjang tahun, lebih bagus ditanam secara bergerombol. Budidaya untuk memperbanyak bisa dilakukan dengan stek maupun biji. Tanaman bunga kencana ungu atau pletekan adalah pohon yang dapat kita jumpai di padang rumput, pinggir sawah atau pinggir jalan,memiliki bunga yang berwarna ungu, biru, merah dan putih dan beberapa jenis bunga kencana liaryang memiliki buah kering yang dapat meletup di dalam air.

Bunga ini termasuk genus dari tanaman berbunga yang umumnya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Ruellias atau wild petunias. Tetapi mereka tidak berhubungan dekat dengan petunia (petunia) walaupun keduanya termasuk klan yang sama, euasteria. Genus ini dinamai untuk menghormati Jean Ruelle,seorang herbalis dan fisikawan kepada Francois I dari Prancis. Ruellia populer di jadikan tanaman hias.

Beberapa di antaranya sebagai tanaman obat,tetapi banyak diantaranya beracun. Bunga Ruellia terdiri dari warna ungu,pink,dan biru. Bunganya bertahan selama 3 hari kemudian layu yang akan segera digantikan oleh calon bunga lain bermekaran,sehingga keberadaannya akan terlihat sepanjang tahun.

Merawat Daun Pletekan (bunga Kencana Ungu)

Selain di jadikan tanaman obat,tanaman bunga ini bisa juga di jadikan tanaman hias taman. Tanaman ini bisa mentoleransi tanah basah maupun kering. Tanaman ini lebih senang dengan cahaya matahari penuh,namun juga bisa tumbuh di tempat yang kurang cahanya.
Namun karena pembungaan berhubungan dengan cahaya , maka tanaman yang diletakan di tempat yang sedikit pencahayaan juga akan menghasilkan sedikit bunga.

Cara merawat bunga ruelia ini diantaranya,
1. Lakukan penyiraman yang teratur  pada saat awal tumbuh hingga akarnya kuat 
2. Tanaman yang sudah tumbuh kuat ; sudah toleran terhadap kekeringan .
3. Lakukan pemangkasan pada daun yang sudah tua dan memudar. Tanaman ini dapat tumbuh terus  dalam jangka waktu lama. Tanaman yang kurang cahaya cenderung tumbuh tinggi dan sedikit bunga. sedangkan tanaman yang terlalu banyak di sirami dan mendapat banyak cahaya akan cepat menyebar dan banyak bunga.

Gambar 3. Bunga Kencana Ungu (istimewa/Theresia)

Secara morfologi ciri ciri bunga kencana ungu lebih kurang adalah sebagai berikut .
1. Tumbuhan ini mempunyai sistem perakaran tunggang dan memiliki buntil di bagin akarnya . 
2. Batangnya berair, beruas, berwarna ungu dan pada tiap ruas batang di gunakan sebagai  tempat tumbuhnya daun . Bentuk batang segi empat dan mempunyai percabangan banyak yang ditumbuhi bulu halus di bagian pinggir batang .
3. Bentuk daun oval .
4. Bentuk bunga seperti terompet , berwarna ungu , putih , pink dan biru .
5. Buah berbentuk polong dengan biji kering yang sudah tua berwarna cokelat kehitaman dan dapat meletup jika kena air . Bahasa Jawa buah seperti ini disebut dengan nama pletekan atau pletesan . Secara khusus pemberian bunga pletekan pada air minum, bisa menjadi alternatif pencegah bagi ternak-ternak saat cuaca ekstrim seperti saat ini.

Penulis: Theresia Warni Suharti    |   Editor: Luqi Khoiriyah