Memilih Kosmetik Murah atau Mahal, Pastikan Bekerja Aman dan Maksimal di kulit Kita

Identitas jelas dari kosmetik penting ditunjukkan kepada konsumen, data kadaluawarsa, label Halal, ijin BPOM, demi keamanan kenyamanan.. …
Kosmetik sudah digunakan sejak dahulu kala. Konon jaman Cleopatra pun sudah menggunakan kosmetik. Berdasar sumber sejarah berupa patung-patung yang  masih ada hingga sekarang atau tulisan kuno yang berada di di dinding  kuil-kuil persembahan, tampak bagian mata patung terdapat lingkaran eye shadow masa itu. Film-film Cleopatra pun ditampilkan gambar Ratu Mesir ini dengan riasan mata berwarna-warni. 

Bahkan ratu Elizabet I dari Inggris menggunakan kosmetik untuk menunjang penampilannya sebagai ratu. Tetapi ratu Inggris ini menggunakan kosmetik yang berbahaya yaitu kosmetik wajah yang mengandung merkuri.

Masa tersebut perkembangan pengetahuan kosmetik masih sangat terbatas, sehingga Ratu Inggris pun masih menggunakan kosmetik yang berbahaya yang mengakibatkan kulit wajah rusak dan meracuni tubuh. Saat itu dengan terbatasnya pengetahuan dan perkembangan ilmu kosmetik, sehingga belum diketahui secara rinci bahwa merkuri dalam kosmetik akan masuk ke dalam peredaran darah pemakai dan mearacuninya sehingga fatal bagi organ badan. Oleh karena efek putih yang diberikan kosmetik dengan merkuri sang ratu terus memakai hingga tutup usia. Bahkan keberadaan Merkuri dalam kosmetik sang ratu menyebabkan kulit rusak tetap saja terus-menerus dipakai.

Produk Kosmetik berupa Pewarna mata (Eye Shadow)

Sekarang ini perkembangan kosmetik begitu pesat dan industri kosmetik terus membesar dengan pasar persaingan yang diramaikan oleh banyak perusahaan kosmetik. Konsumen pun dimanjakan dengan beragam merk, harga dan produk kosmetik yang dapat dipilih dan dirasakan pada kulit.

Sebenarnya kosmetik bukan hanya tentang wajah saja, tetapi menyeluruh di badan kita. Istilah kosmetik dipakai oleh banyak kelompok profesi seperti ahli penata rambut-kecantikan, kedokteran, farmasi, kimia, biologi-fisiologi dan seterusnya. Hal ini berakibat pada pengertian kosmetik yang begitu luas.

Kosmetik dan Cara Masuk ke dalam Kulit

Kosmetik dari bahasa Yunani “kosmetikos” yang berarti keterampilan menghias, mengatur. Sedangkan kosmetik menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 445/Menkes/Permenkes/1998, adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap pada keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.

Beragam Kosmetik dan Peralatan Make up

Keberhasilan kosmetik masuk ke dalam kulit dan bekerja maksimal dipengaruhi banyak hal. Griesemer (1962) dalam Taranggono dan Latifah (2007) memperkirakan cara kosmetik masuk ke dalam kulit antara lain:

1. Lewat antara sel-sel stratum corneum
2. Melalui dinding saluran folikel rambut
3. Melalui kelenjar keringat
4. Melalui kelenjar sebasea
5. Menembus sel-sel startum corneum

Selain hal-hal di atas keberhasilan dalam mengaplikasi kosmetik perlu memperhatikan faktor-faktor lain karena memperngaruhi keberhasilan kerja dari kosmetik antara lain gaya hidup, pola makan, jenis kulit (normal/kering/berminyak/kombinasi), kelembaban, usia, jenis kelamin, dan kecepatan metabolisme bahan itu di dalam kulit.

Sayur dan Buah untuk Kulit sehat
Kelembapan menjadi indikator penting kesehatan kulit. Selain klembaban yang terjaga, kebiasaan konsumsi sayuran dan buah akan menjaga kondisi kulit tetap sehat. Kosmetik untuk fungsi make up (dekorasi) akan mudah diaplikasikan pada kulit yang sehat dibandingkan kulit yang bermasalah.

Penggunaan kosmetik dalam keseharian cocok digunakan berfungsi sebagai pelembab dan pelindung kulit dari polusi atau bahan-bahan lain dari lingkungan yang berpeluang menyentuh kulit kita.

Pastikan Bahan Kosmetik Cocok dan Aman bagi Kulit

Pentingnya memeriksa keterangan pada kosmetik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

    1.    Nama kosmetika
    2.    Kemanfaatan kosmetik bagi pemakai
    3.    Cara penggunaan
    4.    Komposisi (bahan dari kosmetik tersebut)
    5.    Negara produsen:
    6.    Nama dan alamat lengkap Pemilik Nomor Notifikasi
    7.    Nomor batch produk kosmetik
    8.    Ukuran, isi, atau berat bersih
    9.    Tanggal kedaluwarsa
    10.    Nomor notifikasi
    11.    2D Barcode
    12.    Peringatan dan atau perhatian

Identitas jelas dari kosmetik penting diketahui dan ditunjukkan kepada konsumen. Pemberian data tanggal produksi-kadaluawarsa, label Halal atau ijin BPOM , akan memberi keamanan dan kenyamanan konsumen dalam memilih kosmetik. 

Terdapat 3 faktor yang perlu diperhatikan pengaruh pemakaian kosmetik terhadap kulit, yaitu

1. Faktor Manusia

Perbedaan ras manusai dan warna kulit. Kosmetik untuk ras Asia berbeda dengan ras Eropa. Maka pilihan kosmetik Asia berbeda dengan kulit bukan Asia.

2. Faktor Kosmetik

a. Bahan baku apakah iritan, alergenik, toksik atau fotosensitizer.
b. Formulasi bahan disesuaikan dengan jenis kulit.
c. Prosedur pembuatan kosmetik.

Kemudahan bahan kosmetik masuk ke kulit kita dipengaruhi oleh beebrapa hal, antara lain, besar kecil dari molekul bahan kosmetik tersebut, daya larut bahan kosmetik dalam lemak maupun dan apakah berbasis lemak atau garam.

3. Faktor Lingkungan

Negara tropis dengan matahari terik seperti Indonesia menyebabkan kulit cenderung berkeringat dan berminyak. Kosmetik lengket berminyak untuk kulit orang Eropa tidak cocok digunakan bagi kulit orang Indonesia, karena Eropa beriklim dingin, malah akan menyebabkan jerawat bagi kulit Asia (acnegenic). Tabir surya dengan PABA (Para Amino Benzoic Acid) yang populer untuk mencoklatkan kulit Eropa, jika dipakai orang Asia berakibat efek fotosensitizer jika terkena cahaya matahari.

Penuaan dan Pencegahan Kulit Kasar

Kulit menua terbagi atas perubahan anatomis, fisiologis dan kimiawi. Beberapa perubahan anatomis dapat langsung terlihat seperti keriput, kehilangan elastisitas dan fleksibilitas kulit. Knox et. al. dalam Taranggono dan Latifah (2007) menemukan perbedaan nyata pada kulit yang tidak tertutup pakaian  (sering terpapar sinar matahari) dan kulit tertutup. Kulit terbuka akan cepat keriput, kasar, dan menderita kerusakan akibat terpapar radasi sinar  Ultraviolet (UV) matahari.

Kulit Wajah dan Nutrisi yang dibutuhkannya

Penuaan merupakan proses kehidupan seiring bertambahnya umur.  Kulit menjadi tua atau terlihat tua, karena terjadi banyak kekurangan (defisiensi) berbagai hal, seperti kekurangan vitamin K, vitamin C. Biotin, asan pantotenat, pyridoxin, asam, nikotinat, sitrus bioflavanoid dan banyak lagi.

Pencegahan penuaan kulit dapat dilakukan dengan produk kosmetik pelembab yang mengandung kolagen, vitamin , allantoin, ekstrak placenta.

Ingat,

Kosmetik merupakan perawatan dari luar kulit. Jika menginginkan hasil yang sempurna peeawatan dari dalam dan luar perlu dilakukan secara bersamaan antara perawatan luar badan dan dalam badan. Perlakuan dari dalam tubuh akan terlihat baik jika melakukan gaya hidup sehat, pola makan sehat, olahraga teratur, pikiran positif, minum air putih cukup sehingga organ-organ tubuh sehat akan menampakkan kulit yang sehat bercahaya.

Kontributor: Luqi Khoiriyah