Phubbing: Merosotnya Kepedulian Antar-Manusia Akibat dari Media Sosial

Phubbing dari kata phone dan snub. Snub (verb), menurut kamus Oxford: to treat somebody in a cold rude manner or deliberately ignore them…

Anda wajib tahu Phubbing. Saat ini phubbing terjadi diberbagai kelompok sosial tidak terkecuali mahasiswa dan remaja. Hal ini berdampak pada hubungan sosial maupun kesehatan fisik seseorang. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui penyebab, perilaku, dan dampak phubbing. 

Informan adalah mahasiswa FKM UI Strata 1 semester 5 tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion kelompok mahasiswa perempuan dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengetahui phubbing sebagai fenomena dimana seseorang lebih banyak berkutat dengan handphone dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Mungkin inipun sering terjadi dan kita jumpai di lingkungan kita sendiri. Sebuah keluarga berkumpul namun masing-masing sibuk dengan handphone nya sendiri-sendiri. Hal demikian sudah bisa kita lihat lumrah dari segi kemajuan teknologi namun jadi tidak wajar manakala kita jadi abai dengan orang-orang disekitar kita (keluarga).

Asal Kata Phubbing

Phubbing berasal dari dua kata dari bahasa Inggris yaitu phone dan snubbing. Phone merupakan kata benda (noun), a telephone, sedangkan snubbing berasal dari kata snub + ing (form). Snub menurut kamus Oxford, merupakan bentuk kata kerja (verb), to treat somebody in a cold rude manner or deliberately ignore them. Singkat penjelasan, yaitu memperlakukan orang lain secara tidak sopan atau terang-terangan menghindari mereka.

Faktor Penyebab Phubbing itu apa?

Phubbing sendiri merupakan tindakan manusia yang tidak terikat suatu komunikasi. Faktor  penyebab phubbing yang dilakukan yaitu keberagaman fitur aplikasi pada smartphone atau gadget. Terlalu asyik chattingan dan game di smartphone.

Pada bulan Mei 2012 para ahli Bahasa, sosiolog dan budayawan berkumpul di Sydney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata Bahasa inggris. Kata tersebut adalah phubbing. Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata phubbing secara resmi sudah dimasukkan dalam kamus Bahasa Inggris di berbagai negara.

Sampai saat ini Bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing. Padahal kita sendiri sering berbuat “phubbing”. Misalnya saat berbicara dengan petugas teller bank, tangan kita sambil memainkan gadget. Ketika menemani anak mengerjakan tugas, berkali kali kita akan melirik layer handphone, kalau ada notifikasi yang masuk. Pada momen makan bersama di restoran atau warung, handphone diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyela obrolan apapun ketika ada suara pesan dari media sosial. Ya… kita sudah menjadi phubber sejati.

Dampak dari Phubbing

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak phubbing terhadap keharmonisan meliputi dampak positif yaitu para anggota keluarga terampil dan mampu memanfaatkan smartphone dalam internal kita atau dengna kata lain masing-masing anggota keluarga tidak ketinggalan informasi dan tidak gagap teknologi. Namun dampak negatifnya phubbing ini membuat keterampilan kita untuk berinteraksi dengan orang lain berkurang, selain itu phubbing berdampak buruk untuk pernikahan karena menurunkan kepuasan seseorang akan hubungan mereka. Pasangan saling melakukan phubbing dalam interaksi sehari-hari juga punya resiko depresi lebih tinggi.

Anak-anak kecil sibuk dengan gawai  (pixabay.com)

Dampak terburuk akan dialami oleh anak-anak. Mereka berada pada masa pertumbuhan yang membutuhkan pendampingan orang dewasa dalam memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang terarah akan membangun empati generasi muda ini. kecuekan yang ditimbulkan pada aktivitas menggunakan gawai akan terbawa hingga masa remaja. ketika sudah berada pada level kecanduan maka ini akan sulit sekali disembuhkan.

Bagaimana cara menghentikan phubbing

Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan kampanye (campaign) anti phubbing “phubbing”. Kependekan dari kata “phone” dan “snubbing” diciptakan oleh Alex Haigh seorang Australia.

Upaya menghentikan phubbing ini kita bisa mencoba

1. Keluarkan jurus pertahanan diri

Tahan jempolmu untuk tidak bermain diatas layer. Ini poin yang pertama dan paling utama. Kita harus punya kesadaran diri sendiri

2, Heningkan suara dering gadget

Agar tidak terganggu dengan bunyi ketikan ada notifikasi masuk ada baiknya kita sedang berkumpul mengheningkan dering gadget masing-masing, atau bisa alihkan ke mode pesawat atau matikan toh cuma beberapa jam saja!

3. Bisa “suit yuk..” yang kalah jadi tempat penitipan gadgetmu dan teman-teman

Dengan catatan sebelumnya dikumpulkan, heningkan atau matikan saja nada deringnya

4. Hangout ditempat yang anti mainstream

Salah satu kemungkinan terjadinya phubbing adalah kebahasaan dengan suasana tempat berkumpul sehingga lebih memilih untuk membuka gadget.

Berkumpul dengan kawan (pixabay.com)

Mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan handphone, tapi setidaknya kurangi “phubbing” sebisa mungkin. Hormati orang-orang di sekitar kita, jangan sampai kita dikatakan tidak mempunyai sopan santun oleh orang disekitar kita.

Daftar Pustaka

Aditya, R. 2021. Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial. Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 2 (1) 8 – 14.

Bulut, S., and Nazeer, T. 2020. Phubbing Phenomenon: A Wild Fire, Which Invades Our Social Communication and Life. Open Journal of Medical Psychology, 9, 1-6.

Hornby, A., S. 1995. Oxford Advanced Learner's Dictionary Fifth Edition. Oxford University Press, Walton Street, Oxford OX2 6DP, United Kingdom.

Kontributor: Theresia Warni Suharti | Editor: Luqi Khoiriyah